post-img

11

May
 

Carstenszresidence.com, Tangerang – Pengaruh pandemi COVID-19 di berbagai bidang kehidupan memang sangat terasa, terutama pada bidang ekonomi. Akibat dari pandemi ini adalah menurunnya Gross Domestic Product (GDP) Negara Indonesia yang jatuh pada angka 2,41 persen saja, dibanding dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,05 persen. Hal ini tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional yang diramalkan sedang menghadapi resesi ekonomi seperti tahun 2008 lalu.

Resesi ekonomi akibat pandemi Corona akan berdampak pada perlambatan sejumlah aktivitas ekonomi seperti ketersediaan lapangan kerja, investasi, dan sampai keuntungan yang dihasilkan dari dunia usaha. Namun resesi yang dihadapi oleh bangsa ini juga dihadapi oleh seluruh dunia. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan bahwa, resesi ekonomi kali ini akan lebih buruk dari resesi tahun 2008 karena dunia sedang menghadapi dua krisis secara bersamaan, yaitu krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

Oleh karena itu, IMF bertekad akan mengeluarkan dana moneter sebanyak yang diperlukan, bahkan hingga 1 trilliun Dollar Amerika Serikat. Dana tersebut akan digelontorkan kepada negara-negara berkembang emerging market dan negara-negara berkembang yang terpukul keras akibat pandemi ini. Sehingga, dampak dari resesi dapat diminimalisir untuk tetap menjaga iklim ekonomi pasca pandemi.

Di saat seperti ini tentu investasi merupakan langkah yang paling bijak untuk dilakukan karena dampak resesi dapat mempengaruhi nilai keuangan melalui mekanisme inflasi maupun deflasi. Untuk melindungi nilai aset, Anda harus mulai memikirkan secara serius berbagai opsi investasi yang paling aman dijalankan dalam masa resesi global yang akan datang.

Mengapa di tengah resesi ekonomi Anda harus melakukan investasi? Perlu diingat bahwa resesi ekonomi selain menurunkan nilai aset investasi juga akan mempengaruhi nilai mata uang melalui inflasi dan deflasi. Jika Anda memutuskan untuk menyimpan uang Anda maka hal tersebut sangat beresiko menurunkan nilai uang yang Anda simpan karena setelah inflasi nilai uang yang Anda miliki akan berubah. Oleh karena itu, memindahkan aset Anda ke aset yang lebih aman melalui investasi adalah pilihan yang harus diambil.

Apa saja yang harus dilakukan agar Anda dapat melindungi nilai aset yang Anda miliki dari pengaruh resesi global? Simak selengkapnya disini.

Menerapkan Strategi Defensif

Dalam investasi dikenal istilah yang bullish yaitu ketika nilai aset meningkat secara konsisten sehingga memberikan potensi keuntungan yang besar. Namun resesi ekonomi dapat membuat nilai aset terus turun atau disebut dengan istilah kondisi bearish. Pada saat kondisi pasar sedang bearish, Anda tidak boleh melakukan strategi agresif dengan melakukan spekulasi beresiko tinggi, Anda harus menerapkan stragei defensif.

Anda harus mulai memindahkan investasi Anda dari aset yang rentan resesi ke aset yang lebih tahan terhadap resesi ekonomi meskipun tingkat keuntungannya lebih lama untuk didapatkan. Misalkan Anda dapat berinvesati pada aset emas dan properti. Anda juga dapat berinvestasi pada aset saham di segmen makanan, utilitas, kesehatan, dan real estat karena saham-saham tersebut lebih cenderung tahan resesi daripada aset lainnya.

Jangan Langsung Menjual Aset Tanpa Perhitungan yang Matang

Pada saat resesi ekonomi, semua intrumen investasi akan mengalami penurunan nilai apalagi pada instrument pasar modal. Dalam situasi seperti ini Anda tidak boleh panik dan kemudian terburu-buru menjual semua aset investasi yang Anda miliki.

Ketika nilai terus turun secara konsisten maka kerugian tak dapat dihindari sehingga Anda mungkin akan berfikir untuk cut loss dalam menghentikan kerugian yang Anda alami. Namun ketika Anda menjual aset, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk menjualnya di harga terbaik. Selain itu, resesi ekonomi juga bersifat sementara sehingga kemungkinan nilai akan rebound setelah resesi dan nilai aset Anda akan kembali ke nilai semula atau malah lebih tinggi dari nilai sebelumnya.

Lakukan Penyeimbangan pada Resiko Tinggi dan Rendah

Dalam berinvestasi Anda harus melakukan diversifikasi portofolio atau melakukan investasi pada beberapa instrumen sekaligus. Sama seperti nasihat ‘jangan menaruh seluruh telur dalam satu kerangjang karena ketika keranjang tersebut jatuh maka semua telur Anda akan habis’, oleh karena itu melaksanakan diversifikasi portofolio menjadi jauh lebih penting lagi di tengah masa resesi ekonomi.

Untuk melaksanakan diversifikasi portofolio, Anda dapat memilih investasi pada intrumen investasi beresiko tinggi dan juga instrumen investasi beresiko rendah untuk menyeimbangkan resiko tinggi dan rendah. Lakukan diversifikasi tersebut secara seimbang dengan menghitung berbagai skenario terburuk yang akan terjadi pada investasi Anda. Misalnya, jika Anda beranggapan bahwa resesi masih akan berlangsung lama, maka Anda dapat memilih investasi beresiko tinggi pada saham blue chip sekaligus investasi dengan resiko rendah pada aset fisik seperti properti, rumah, apartemen, dan emas.

Berlindung pada Save Haven

Investasi save haven adalah investasi pada instrumen yang beresiko rendah. Meskipun keuntungan yang diperoleh cukup lama dan tidak terlalu besar, instrumen ini dikenal sangat tahan pada resesi. Beberapa contoh save haven adalah investasi Surat Utang Negara (SUN), Emas, dan Properti.

Surat Utang Negara aman karena telah dijamin oleh negara sehingga pengembalian investasi Anda relatif lebih aman. Emas juga merupakan investasi yang aman karena emas dikenal tahan terhadap inflasi sehingga mampu melindungi nilai kekayaan Anda, sedangkan properti merupakan aset fisik yang nilainya akan selalu naik dalam jangka panjang, karena resesi biasanya hanya berlangsung sementara sehingga aset poperti dipandang aman dalam jangka yang panjang.

Siapkan Uang Cash

Pada saat resesi, sudah bisa dipastikan bahwa kondisi pasar investasi akan cenderung bearish sehingga kegiatan belanja investasi Anda harus diminimalisir. Oleh karena dari total dana investasi yang telah Anda persiapkan, Anda harus menyisakan dana sekitar 40 persen untuk dana cadangan ketika saham atau instrument investasi incaran Anda sedang turun.

Misalnya, Anda sedang mengincar sebuah saham perusahaan tertentu, maka Anda dapat membeli saham tersebut secara bertahap ketika nilainya turun. Jika saham tersebut memiliki harga wajar Rp. 7000 maka Anda akan membelinya pada harga Rp. 5000. Namun apabila ternyata saham tersebut turun lagi ke harga Rp. 4700, maka Anda dapat membeli saham tersebut dengan cadangan dana investasi yang Anda miliki.

Kesimpulan

Kerugian yang Anda alami di tengah resesi tidak dapat dihindari, itulah mengapa Anda hanya dapat meminimalisir kerugian dengan menerapkan tips-tips dari Apartemen Carstensz di atas. Instrumen investasi yang aman dapat Anda pilih sebagai alternatif untuk melindungi nilai kekayaan Anda. Beberapa instrumen investasi yang dikenal tahan resesi adalah Emas, Surat Berharga Negara, Reksa Dana, dan Aset Properti.

Apartemen Carstensz merupakan apartemen unggul dengan berbagai kelebihannya. Lokasi yang strategis, fasilitas lengkap, desain arsitektur bangunan yang mewah, buy back guarantee, hingga berbagai keunggulan lainnya bisa Anda dapatkan di Apartemen Carstensz. Jangan ragu, Apartemen Carstensz dapat Anda pilih sebagai instrumen investasi jangka panjang dalam menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19. (ADR)