post-img

15

May
 

Carstenszresidence.com, TangerangInvestasi pada hari ini telah menjadi sebuah sebuah keharusan. Ketidakpastian kondisi masa depan mengharuskan Anda menyimpan sebagian dana yang selalu berkembang sepanjang waktu. Pada saat ini kesadaran untuk berinvestasi tergolong rendah apalagi di kalangan generasi milenial. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wharton Pension Research generasi milenial harus menginvestasikan 40 persen penghasilannya untuk investasi dan cadangan dana darurat. Hal tersebut ditujukan untuk mewujudkan kehidupan pada masa pensiun yang layak.

Mengapa investasi menjadi sangat penting bagi generasi milenial? Pertama, waktu terus berjalan sehingga investasi adalah satu-satunya jalan untuk mengembangkan dana yang dimiliki hari ini, sehingga hasilnya dapat dinikmati di kemudian hari. Kedua, kondisi ekonomi yang rentan seperti resesi yang ditimbulkan dari krisis-krisis global menyebabkan generasi milenial harus melindungi kekayaanya dari dampak resesi melalui investasi yang aman. Ketiga, investasi merupakan cara yang baik untuk mewujudkan kehidupan di masa tua yang aman secara finansial, karena umur selalu bertambah tak pernah berkurang.

Baca Juga: Tips Investasi di Tengah Resesi akibat COVID-19

Oleh karena itu, cara yang dapat Anda lakukan untuk memberikan keamanan finanansial di masa depan adalah dengan berinvestasi. Banyak instrument investasi yang dapat digunakan mulai dari investasi mata uang, emas, saham, hingga investasi asset fisik seperti properti. Dari kesemua investasi tersebut, Anda dapat memilih investasi yang aman. Investasi properti dipandang sebagai investasi yang paling aman karena permintaan properti akan selalu meningkat dengan semakin meningkatnya populasi masyarakat. Nilai investasi juga akan selalu meningkat karena ketersediaan lahan yang terus berkurang.

Selain itu, properti dan kebutuhan rumah tinggal adalah kebutuhan dasar yang tak dapat diabaikan. Hunian merupakan kebutuhan yang ditempatkan pada kategori kebutuhan primer yang tanpanya kehidupan akan sulit untuk didirikan. Kebutuhan rumah tinggal berada dalam satu kategori dengan kebutuhan pangan dan sandang. Berbeda dengan kebutuhan seperti internet dan kebutuhan transportasi yang relatif fleksibel berada dalam kategori primer dan sekunder. Kebutuhan hunian selalu menjadi kebutuhan primer masyarakat disemua zaman.

Properti dengan demikian adalah asset investasi yang sangat aman untuk dimiliki. Selain alasan-alasan tersebut diatas ada alasan lain yang secara teknis mendukung keharusan berinvestasi properti. Apa saja keuntungan dan keharusan berinvestasi properti?  Simak selengkapnya di sini.

1.       Harga yang meningkat secara konsisten

Peningkatan harga selalu berhubungan dengan peningkatan permintaan. Permintaan yang timbul selalu datang dari populasi yang terus meningkat sementara sumber daya seperti ketersediaan lahan semakin berkurang. Dipandang dari segi ini, ketersediaan lahan hunian yang semakin menipis akan mengakibatkan peningkatan permintaan karena popluasi yang terus bertumbuh. Properti pada sektor hunian akan selalu dibanjiri oleh peminat.

Namun, peningkatan harga akibat permintaan akan lebih terasa pada wilayah dengan kepadatan tinggi dan aktifitas ekonomi yang besar. BSD City di Tangerang sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Jakarta adalah salah satu wilayah dengan kepadatan yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Oleh karena itu, investasi properti di wilayah ini menjadi sangat menguntungkan.

2.       Peningkatan Harga Properti Melebihi Inflasi

Inflasi adalah penurunan nilai mata uang akibat dari berlimpahnya konsumsi masyarakat dan berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi dan spekulasi. Inflasi juga dapat dipandang sebagai penurunan nilai mata uang secara kontinyu. Pada tahun 2020 quarter pertama, inflasi terhitung pada angka 1 persen. Angka ini lebih rendah daripada peningkatan harga property yang tercermin dari permintaan yang mencapai 3 persen. Inflasi yang lebih rendah daripada peningkatan harga property memberikan jaminan kemanan dan perlindungan kekayaan dari inflasi. Sehingga properti dapat dipandang sebagai asset investasi yang paling aman dari pengaruh inflasi.

3.       Nilai ditentukan oleh Pemilik

Berbeda dengan investasi pada instrument lain, instrument investasi properti dapat dikontrol secara langsung oleh pemilik. Pada investasi saham, pemilik saham tidak dapat mengontrol harga saham sehingga cenderung melakukan spekulasi. Pada investasi property, dilain pihak harga sewa dan harga jual dapat ditentukan oleh pemilik properti secara langsung. Sehingga Anda memiliki kontrol penuh terhadap asset yang dimiliki. Pengendalian harga sewa juga terdapat di tangan Anda sebagai pemilik properti. Anda dapat menyesuaikan harga sewa sesuai dengan faktor-faktor tertentu.

4.       Arus Kas yang Fleksibel

Ketika Anda memiliki aset propert, Anda dapat secara bebas menentukan jenis arus kas yang akan didapatkan. Anda dapat memilih menjual properti dengan selisih keuntungan tertentu, ataupun Anda dapat sekedar menyewakannya. Pilihan tersebut sepenuhnya berada di tangan Anda, sehingga Anda dapat secara fleksibel menentukan arus kas investasi Anda.

5.       Tidak Membutuhkan Perhatian Berlebih

Bisa dikatakan investasi property adalah investasi yang tidak memerlukan pengawasan berlebihan untuk menanganinya. Anda dapat memperkerakan pengawas property untuk merawat property yang Anda miliki. Berbeda dengan investasi di sektor pasar modal yang memerlukan perhatian ekstra setiap hari karena fluktuasi harga yang dinamis. Aset properti hanya membutuhkan perawatan yang dapat dilakukan satu bulan sekali.

6.       Aset yang dapat ditingkatkan

Memiliki aset properti berarti Anda dapat meningkatkan asset tersebut melalui renovasi atau penambahan fasilitas. Dengan begitu harga properti akan semakin meningkat bergantung pada keinginan Anda. Hal ini tidak dimiliki oleh asset investasi lainnya. Dengan memiliki properti, Anda juga dapat memberikan keamanan aset melalui berbagai cara, yaitu asuransi dan jaminan lainnya. (ADR).